Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya
Surabaya - Pernahkah Anda mengukur lingkar perut? Jika pernah, pastikan bahwa ukurannya tidak lebih dari 90 cm bagi pria dan 80 cm bagi wanita. Jika lebih, waspadalah karena Anda sudah mengalami apa yang dinamakan obesitas abdominal.
"Dari sini orang harus waspada. Jangan sampai melangkah ke stadium selanjutnya yakni Cardiometabolic Risk (CMR) dan Cardiometabolic Disease (CMD)," ujar Ketua Pusat Diabetes dan Nutrisi RSU dr Soetomo, Prof DR dr Askandar Tjokroprawiro SpPD KEMD kepada wartawan di RSU dr Soetomo, Kamis (7/6/2009).
Jika sampai melangkah ke stadium itu, kata Askandar, penderitanya bisa mengalami sindroma metabolik (simet) dan obesitas remaja pada CMR atau penyakit jantung koroner dan bahkan hingga stroke pada CMD. Biasanya, tambah Askandar, orang menyepelekan obesitas yang dideritanya. Padahal efeknya bisa sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.
Bagi orang yang kelihatan ramping pun belum tentu tidak terkena diabetes. Untuk meyakinkan diri, periksakanlah diri ke rumah sakit. Acuannya, setelah menjalani pemeriksaan, pastikan bahwa trigliserida tidak lebih dari 150 mg/dl, kolesterol-HD kurang dari 40 mg/dl untuk pria dan kurang dari 50 mg/dl untuk wanita. Selain itu tekanan darah juga tidak boleh lebih atau sama dengan 130/85 mmHg. Dan yang terakhir, gula darah puasa tidak boleh lebih atau sama dengan 100 mg/dl.
"Jika hasil pemeriksaan anda melebihi acuan tersebut, maka Anda mengalami obesitas dan harus menjalani hidup sehat," tambah Askandar.
Askandar menambahkan bahwa gaya hidup tidak sehat sangat berisiko meningkatkan penderita obesitas. Jika tidak ditangani dengan baik, maka penyakit itu akan menjadi bom waktu yang akan meledak pada tahun 2020 nanti. Untuk menjembataninya, joint symposiun 'Surabaya Metabolic Syndrome Update-5' (Sumetsu 5) dan 'Metabolic Cardiovascular Disease Surabaya Update-4 (Mecarsu 4) digelar lagi.
Bertempat di Ballroom Hotel Shangri-La, acara yang digelar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) cabang Surabaya bekerjasama dengan Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) itu akan berlangsung pada 8-10 Mei.
Bertema Cardiometabolic Health Toward 2020, simposium itu bertujuan pencapaian kesehatan kardiometabolik tahun 2020 dengan menekankan pada pencegahan Simet dan RKM sehingga tidak terjadi penyakit bom waktu (time bomb disease). (iwd/fat)
sumber:http://us.surabaya.detik.com/read/2009/05/07/085651/1127619/466/waspadai-obesitas-dengan-mengukur-lingkar-perut
Bahayanya PMS
-
Sampai dengan 90 percent perempuan di usia melahirkan mengalami beberapa
tingkat premenstrual syndrome (PMS) dan para ahli memperkirakan 3-5 persen
dari m...
13 tahun yang lalu