Merry Wahyuningsih - detikHealth
Ilustrasi (Foto: dailymail)
Meski wanita hamil mengalami kenaikan berat badan, tapi seharusnya kenaikan itu tidak membuat tubuhnya mengalami obesitas atau berat badan yang berlebih.
Obesitas pada wanita hamil sangat berisiko, terlebih bagi calon bayi yang dikandungnya. Hal ini karena wanita hamil kebanyakan melahirkan sebelum usia kandungan mencapai 32 atau 33 minggu, yang tergolong prematur.
Wanita yang memiliki berat badan sangat gemuk bahkan 82 persen lebih mungkin untuk melahirkan bayi yang sangat prematur. Sebagai perbandingan, bayi prematur adalah semua bayi yang lahir sebelum kandungan mencapai usia normal 37 minggu.
Banyaknya perempuan hamil yang mengalami obesitas membuat National Health Service (NHS) Inggris, harus membeli tempat tidur besar, memperlebar pintu dan melakukan operasi caesar lebih lanjut untuk menanggani masalah obesitas pada wanita hamil yang berisiko sangat besar.
Data yang diperoleh ini merupakan hasil penelitin yang dilakukan ilmuwan McMaster University dan telah dipublikasikan secara online pada British Medical Journal.
"Secara umum, peningkatan risiko kelahiran diinduksi sebelum 37 minggu kehamilan pada wanita obesitas adalah 30 persen dibandingkan dengan wanita dengan berat badan normal," jelas Sarah McDonald, Associate Professor di McMaster University di Ontario, Kanada, seperti dilansir dari Telergraph, Kamis (22/7/2010).
Sarah mengungkapkan bahwa wanita hamil dengan obesitas juga lebih mungkin untuk menderita komplikasi kehamilan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, yang akhirnya dapat meningkatkan risiko untuk melahirkan lebih dini.
(mer/ir)
sumber:http://us.health.detik.com/read/2010/07/22/102517/1404352/764/gemuk-saat-hamil-rentan-melahirkan-bayi-prematur